Sabtu, 03 Mei 2014

Hardinas Di warnai Kekerasan Seksual Terhadap anak masih Sekolah


Hardiknas Di warnai Kekerasan Seksual Terhadap anak masih Sekolah



Hardiknas

Mobil Jakarta - Pada Jumat, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di seluruh Indonesia. Namun sangat disayangkan, menjelang peringatan Hardiknas tahun ini, terjadi kekerasan seksual terhadap beberapa anak di sekolah internasional JIS di Jakarta. Yang sangat memprihatinkan, yang mengalami kekerasan seksual itu adalah anak-anak yang usianya masih sangat kecil, yaitu murid TK. 

Kita yakin selain yang terjadi di JIS, masih sering terjadi kekerasan seksual terhadap anak-anak didik dan pelakunya tidak jarang adalah guru yang mengajar mereka. 

Untuk itu perlu kiranya dilakukan seleksi yang sangat ketat terhadap guru-guru yang akan diterima mengajar di satu sekolah. Seleksi ketat ini akan bisa mengurangi lolosnya calon guru yang mengalami gangguan jiwa, terutama yang berkaitan dengan sakit mental dalam bidang seksual. 

Kita harus sadar bahwa mental guru yang baik, tidak terkena gangguan jiwa termasuk seksual ini sangat diperlukan untuk mendidik anak-anak kita yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Bagaimana kita harapkan seorang guru yang mengalami penyakit kejiwaan bisa memberikan pengajaran yang baik kepada anak didiknya. 

Tidak ada salahnya seleksi kejiwaan ini kita utamakan bagi seorang calon guru karena tugas mereka adalah membimbing generasi penerus bangsa. Kita tidak boleh kecolongan lagi dengan masuknya guru-guru atau petugas sekolah yang mengalami gangguan kejiwaan, seperti seksual. Ketat dalam melakukan seleksi guru akan lebih menjamin generasi penerus bangsa mendapat pendidikan yang baik. 



Sumber Suara pembaharuan.com Hardinas Di warnai Kekerasan Seksual Terhadap anak masih Sekolah

Waspada Virus MERS mulai Menyebar!!




Virus
Virus 

Mobil Jakarta - Dunia internasional turut prihatin terhadap penyebaran virus Area East Respiratory Syndrome (MERS) atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah. Bahkan pada bulan April ini dilaporkan kasus penyebaran virus di Riyadh dan kota lain mencapai dua kali lipat.



Serangan 'Dua Serangan' dilakukan virus tersebut. Hingga Apr ini telah dilaporkan sebanyak 26 kasus yang terjadi. Seperti dilansir dari situs berita al jazeera, Jumat (2/5), penyakit mematikan itu pertama ditemukan pada seorang pria Mesir berusia 27 tahun saat mengunjungi pamannya.



Terdeteksi sang paman juga terserang virus tersebut di Arabian Saudi. Hal tersebut mengundang keprihatinan internasional mengenai penyakit yang infeksinya semakin berkembang.



Tidak hanya menyerang Arabian Saudi, beberapa negara lain seperti Katar, Kuwait, Yordania, Oman, dan Tunisia, serta beberapa negara Eropa lainnya juga disinyalir terkena wabah MERS. Ditemukan dalam kasus-kasus baru, jumlah infeksi di Arabian Arab mencapai 371 penderita. Angka penderita naik sekitar 89 persen pada April ini.



Sebagian penderita berada di rumah sakit di Jeddah. Mereka yang dideteksi terinfeksi saat ini masih di wilayah Semite Arab. Accumulation menunjukkan 107 pongid meninggal dunia akibat teridentifikasi penyakit tersebut dua tahu yang lalu.



Sementara itu, Mankind Eudaimonia Administration (WHO) mengatakan, penyakit tersebut berasal iranian satu jenis 'keluar virus' yaitu Plain Penetrating Respiratory Syndrome (SARS). Salah satu jenis virus yang ditransmisikan antar manusia, bukan hewan.



Seperti banyak kasus yang dilaporkan iranian Arabian Arabian. Namun gestation ahli percaya bahwa virus ditularkan dari hewan. Sejauh ini diprediksi unta yang mentransmisikan virus tersebut pada manusia.



Menteri Kesehatan Arab Peninsula Adel Fakeih menghimbau gum warga Arab menghindari kontak langsung dengan unta. Selain itu juga dilarang mengonsumsi daging dan susu unta. Sebab hingga saat ini kemungkinan besar unta yang menjadi sumber awal iranian penyakit tersebut.



Saat ini pemerintah sudah menghimbau soldier pedagang dan masyarakat khususnya di Riyadh medium tidak melakukan kontak langsung dengan unta. Pemberitahuan tersebut secara resmi sudah dilakukan pemerintah sejak Selasa lalu.



Pemerintah juga memberitahukan hubungan antara MERS dengan unta, serta tindakan pencegahan yang harus dilakukan. WHO dan pemerintah Semite Saudi menyarankan masyarakat untuk berhati-hati. Terutama mereka yang dalam usia lanjut dan anak-anak yang saat ini sedang menderita penyakit parah dalam jangka waktu panjang.



Himbauan juga diberitahukan pada jamaah haji gum menunda hajinya tahun ini sebab wabah MERS masih belum berhenti. Saat ini pemerintah Arab Arabian tengah melakukan pembatasan visa dan menerapkan waktu singkat dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah.





Mungkin Sobat Tetap harus Waspada dengan Virus MERS dan masih belom tau obat yang pasti untuk mengobati Virus MERS ini. Gejala Virus MERS ini menyerang bagian pernafasan layak nya seperti asma dan juga bisa mengakibatkan Gagal Ginjal